BAHASA | ENGLISH | CHINESE
Home About Us Portfolio Services Careers Contact Us News
 

News
Mempertemukan Investor dan Inventor
Fandayani Soesilo: Bridging Inventors and Investors
Resah dengan Mandeknya Kreativitas













Resah dengan Mandeknya Kreativitas

Euis Rita Hartati - Investor daily, 22 Juli 2010

Sebagai orang muda, Fanda Soesilo resah dengan kondisi yang terjadi saat ini di Indonesia. Dia melihat sekali potensi anak – anak muda yang kreatif dan berbakat untuk menciptakan berbagai ide inovatif, namun masih sedikit sekali pihak yang peduli untuk memfasilitasi dan merealisasikannya.

“Saya melihat para pemilik modal atau investor lebih tertarik untuk menginvestasikan uangnya ke bisnis konvensional, atau malahan menginvestasikan dananya keluar negeri. Potensi anak negeri akhirnya tidak berkembang,” kata Presiden Direktur PT Emanur Pelangi Indonusa Fanda Soesilo di Jakarta, Kamis (22/7).

Menurut wanita yang memiliki wajah mirip bintang iklan Susan Bachtiar ini, ide kreasi kaum muda seharusnya bisa diwujudkan, sehingga menjadi sebuah produk yang bisa diterima masyarakat Indonesia dan member banyak nilai tambah.

Hal itu dia sadari ketika kembali ke Indonesia pada 2005. Sebelumnya, wanita berkulit putih ini bekerja di Silicon Valley Amerika Serikat selama 15 tahun, dan terlibat langsung dalam riset untuk pembuatan paten di bidang telekomunikasi. Meski berpenampilan terkesan kalem, Fanda mengaku sangat visioner, inovatif, dan result-oriented.

Melihat kesenjangan yang ada di Indonesia dengan segala keterbatasannya, alumni Mechanical Engineering and Material Science Engineering dari the University of California, Berkeley ini pun menciptakan konsep Maetrika yang memuat suatu ekosistem baru yang dapat memberikan nilai tambah kepada semua stakeholder, dalam hal ini investor, inventor, komunitas, dan Negara Indonesia.

Dia pun mendirikan PT Emanur Pelangi Indonusa dan melahirkan konsep Maetrika, pada Agustus 2009. Perusahaan ini dibangun untuk merealisasikan visi, misi, dan mimpinya.

“Bangsa kita banyak sekali orang pintar. Kita harus banggakan dan kembangkan oleh kita dan untuk kita juga,” katanya.

Maetrika menjadi private incubator yang mendirikan dan mengembangkan perusahaan – perusahaan inovatif baru di Indonesia dengan jalan menyediakan end-to-end business support service, termasuk mencari sumber pendanaan serta menawarkan akses ke jaringan strategic partner baik tingkat domestic maupun internasional.

“Saya ingin membuka wawasan Indonesia dengan new concept yang menarik future ke present dan membawa yang terbelakang untuk maju,” papar wanita yang hobi diving dan wisata kuliner ini.

Sebagai seorang wanita naluri keibuan Fanda terpancar dengan dipilihnya logo perusahaan yang menyimbolkan seorang ibu yang merawat tanaman, dimulai dari benih yang kecil, tumbuh menjadi tunas dan akhirnya menjadi pohon yang kokoh dan menghasilkan buah yang banyak.

"Saya sangat percaya bahwa dengan membawa teknologi masa depan ke masa kini, akan membawa era baru bagi perkembangan dan pertumbuhan teknologi, kebudayaan dan ekonomi Indonesia. Hal ini dimulai dengan mengembangkan berbagai bisnis-bisnis inovatif yang potensial. Saya ingin membawa mereka dari perusahaan kecil menengah menjadi perusahaan mapan yang bias bertahan di era globalisasi, " kata  Fanda.